loader

Artikel

img

Endometriosis

  • BY ADMIN
  • April.05,2021

Endometriosis adalah penyakit yang dapat dialami oleh remaja dan wanita usia reproduksi. Endometriosis ditandai dengan adanya jaringan serupa endometrial di luar rongga rahim. Perubahan hormon selama siklus menstruasi mempengaruhi jaringan endometrium di luar rongga rahim ini, sehingga menyebabkan peradangan dan rasa nyeri

Faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko mengalami endometriosis diantaranya adalah nullipara, paparan estrogen endogen dalam waktu lama (menarke dibawah 11-13 tahun atau menopause lama), siklus menstruasi pendek (dibawah sama dengan 27 hari), perdarahan mensruasi yang banyak, gangguan outflow menstruasi, Indeks Massa Tubuh rendah, dan konsumsi tinggi trans unsaturated fat

Gejala

Gejala yang dialami penderita bervariasi pada setiap orang. Secara umum penderita mengalami dismenorea (nyeri saat menstruasi) atau perdarahan menstruasi yang banyak, atau perdarahan di antara siklus menstruasi. Beberapa pasien mengeluhkan gejala tambahan lain, seperti gangguan berkemih, infertilitas, dyspareunia (nyeri saat berhubungan seksual), nyeri punggung bawah, konstipasi, ataupun kelelahan. Gejala tersebutndapat dipengaruhi oleh lokasi endometriosis

Diagnosis

Beberapa penderita biasanya datang dengan keluhan nyeri menstruasi atau pun menstruasi yang tidak teratur. Beberapa lainnya hanya mengeluhkan gejala ringan atau tidak mengeluhkan apapun, sehingga endometriosis ditemukan saat pemeriksaan rutin. Gejala dari endometriosis menyerupai gejala dari penyakit lain, sehingga dokter Anda memerlukan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis penyakit Anda

Pemeriksaan penunjang awal yang dapat dilakukan adalah dengan Ultrasound, baik transvaginal ultrasound atau abdominal ultrasound. Sedangkan, pemeriksaan diagnostic definitif dilakukan dengan evaluasi histologi dari lesi yang dibiopsi selama pembedahan (biasanya laparoskopi)

Panatalaksanaan

Penatalaksanaan endometriosis meliputi:

  • Strategi manajemen nyeri
  • Terapi Hormon. Pengobatan hormonal diberikan untuk menekan perburukan dan kekambuhan penyakit. Terkadang terapi hormone juga mengurangi rasa nyeri
  • Pembedahan
  • Pilihan untuk pengobatan medis berdasarkan efek samping, biaya, dan pilihan personal. Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) dan dosis rendah Pil Kontrasepsi Kombonasi Oral, sepeerti ethyl estradiol dan perogestin adalah pilihan terapi pertama. Jika pasien tidak memberikan respon dengan OAINS selama tiga bulan pertama, maka pilihan pengobatan selanjutnya dengan kandungan progestin (oral, injeksi, dan intra uterine), androgen, dan Gonadotropin Releasing Hormone Agonists (GnRH), untuk mengurangi keluhan endometriosis

    Apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami keluhan selama masa menstruasi Anda, terutama jika menyebabkan penurunan aktivitas sehari-hari, dianjurkan untuk memeriksakan diri Anda ke fasilitas Kesehatan terdekat