ARTIKEL

Resusitasi Jantung-Paru

Minggu, 22 September 2019
Cardio-Pulmonary Resuscitation (CPR) atau dikenal juga dengan resusitasi jantung paru adalah suatu teknik medis yang bertujuan untuk mengembalikan sirkulasi darah tubuh pada kondisi normal. CPR merupakan teknik pertolongan medis pada berbagai kondisi gawat darurat, seperti henti jantung, tenggelam, atau pada bayi dengan gangguan pernapasan berat.   Dalam melakukan CPR, penolong diharapkan telah mengikuti pelatihan dasar sebelumnya. Namun pada kondisi tertentu, pemberian CPR dapat diberikan tanpa pelatihan.

Komponen penting pada pemberian CPR adalah Circulation (sirkulasi), Airway (jalan napas), dan Breathing (pernapasan).
Sirkulasi
Sirkulasi adalah peredaran darah ke seluruh tubuh. Pemeriksaan sirkulasi dapat dilakukan dengan memeriksa  denyut jantung. Cara mudah untuk memeriksa denyut jantung adalah dengan memeriksa denyut nadi karotid.  Dalam waktu 5 detik, penolong diharapkan mampu menilai kondisi sirkulasi: ada denyut nadi atau tidak. Apabila denyut nadi tidak teraba, maka segera lakukan CPR.
Jalan napas
Penilaian jalan napas pada seseorang yang tidak sadarkan diri sangat penting dilakukan. Pada kasus kecelakaan, dapat ditemukan gumpalan darah, tanah, atau benda asing lainnya pada hidung dan mulut korban. Jalan napas harus dibersihkan untuk memastikan peredaran oksigen terjadi dengan maksimal.
Pernapasan
Seseorang dapat mengalami henti napas tanpa henti jantung. Lakukan pemeriksaan pernapasan dengan melihat perkembangan dada dan merasakan aliran udara dari hidung dan mulut. Disarankan untuk melakukan pemeriksaan napas selama maksimal 5-10 detik. 

CPR dapat dilakukan dengan melakukan kompresi dada dan pemberian napas buatan dengan perbandingan 30:2, yaitu 2 napas buatan setelah setiap 30 kompresi dada. Apabila penolong tidak terlatih, disarankan untuk melakukan pertolongan dengan metode Hands only CPR (CPR tanpa napas buatan) tanpa interupsi sebanyak 100-120 kali/menit. Prinsip pemberian kompresi dada pada CPR adalah push hard (tekan dengan keras sedalam 5 cm pada orang dewasa), push fast (tekan dengan cepat), interupsi minimal (tidak berhenti) dan dengan complete recoil (dada diberikan kesempatan untuk berkembang maksimal). Kompresi dilakukan di bagian tengah dada sejajar di antara 2 puting (pada laki-laki). Penentuan posisi kompresi lebih sulit pada perempuan. 

Sumber bacaan:
  1. CPR and FIRST AID: Emergency Cardiovascular care. What is CPR. Available at: https://cpr.heart.org/AHAECC/CPRAndECC/AboutCPRECC/WhatIsCPR/UCM_499896_What-is-CPR.jsp
  2. Mayoclinic. Cardivascular resuscitation (CPR): first aid. Available at: https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-cpr/basics/art-20056600