ARTIKEL

Proses Penuaan dan Medical Checkup

Selasa, 25 Agustus 2020
Penuaan adalah suatu proses alami yang menyebabkan terjadinya penurunan kapasitas fisik, mental, dan reproduksi seseorang. Seiring bertambahnya usia, akan terjadi penurunan fungsi organ tubuh, imunitas berkurang, yang akan terjadi secara progresif hingga berakhirnya usia. Usia kronologis, atau yang secara umum kita kenal sebagai “usia”, walaupun seringkali dijadikan indikator penuaan, sebenarnya tidak terlalu tepat. Seseorang dengan usia 25 tahun bisa saja memiliki kemampuan tubuh setara dengan usia 40 tahun.

Beberapa orang juga terlihat lebih tua atau lebih muda dari usianya.
Oleh karena itu, beberapa indikator yang sering dijadikan penilaian penuaan adalah usia kognitif, usia kebugaran fisik (physical fitness age), usia biologis (biological age), usia saat ini, indeks kemampuan kerja, dan frailty index. Saat ini indikator penuaan yang paling banyak digunakan adalah pengukuran biological age. Penilaian penuaan pada seseorang harus dipertimbangkan secara terpisah dan mempertimbangkan setiap sistem dan organ tubuh, karena proses penuaan terjadi secara berbeda di tiap organ. Seseorang yang ingin memantau Kesehatan tubuhnya dapat melakukan medical checkup secara rutin di Rumah sakit. Pada saat medical checkup, akan dilakukan screening fungsi tiap organ,melibatkan pemeriksaan fisik lengkap head to toe (Tekanan darah, dll), pemeriksaan darah lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, EKG untuk fungsi jantung, X-ray thorax untuk Paru, dan pemeriksaan tambahan lain yang sesuai dengan faktor risiko yang ada. Medical check up sangat penting dilakukan terutama bagi seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tertentu.

Pada saat medical check up maka akan terlihat kualitas organ tubuh dan kemampuan kerjanya, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan tambahan lain jika dirasa perlu.
Tidak sedikit orang tanpa gejala yang didiagnosis dengan penyakit kronis pada saat medical checkup dan ini sangat penting, sebab semakin cepat penyakit tersebut dideteksi, maka pengobatannya pun lebih maksimal. Medical checkup dapat dilakukan 1-2 tahun sekali. Proses medical checkup bisa memakan waktu 2-3 jam. Selama melakukan medical check up pasien diharapkan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tepat, yaitu menggunakan Faceshield/kacamata, Masker Bedah/masker N95, dan selalu membawa handsanitizer. Pasien juga harus menerapkan social distancing (dengan jarak 1-2 meter).

Setiap orang diharapkan menerapkan gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga dan mengkonsumsi makanan gizi seimbang. Olahraga rutin dapat dilakukan setiap hari dengan intensitas sedang selama 30 menit, atau 3 kali/minggu dengan durasi 1 jam. Sedangkan, konsumsi makanan dapat dihitung berdasarkan kebutuhan kalori masing-masing dengan jumlah sayur dan buah-buahan yang cukup.  Terutama
saat era pandemi ini, menjaga Kesehatan, menggunakan alat pelindung diri (masker dan faceshield), dan rutin mencuci tangan menjadi kewajiban utama.