ARTIKEL

Postpartum disorder

Jumat, 19 Juli 2019
Depresi postpartum adalah suatu kondisi dimana seorang ibu mengalami gangguan mood setelah melahirkan bayinya. Sang ibu mengalami depresi yang ditandai dengan perasaan marah, benci, tidak ingin melihat anaknya, suaminya, atau bahkan anggota keluarga yang lain.  

Beberapa gejala yang dapat timbul pada kondisi ini:
  • Menangis tiba-tiba tanpa alasan yang jelas
  • Sulit tidur atau kebanyakan tidur
  • Merasa sering cemas dan khawatir
  • Tidak nafsu makan
  • Mengalami mood swing
  • Menarik diri dari keluarga dan kerabat
  • Mudah marah
  • Terkadang disertai gangguan fisik, seperti pusing, mual, dan pegal-pegal

Depresi postpartum berbeda dengan baby blues walaupun dengan gejala yang hampir sama. Baby blues muncul sekitar 1-3 hari setelah melahirkan namun mulai membaik setelah 1 minggu dan hilang secara total dalam 2 minggu setelah melahirkan. Apabila gejala menetap lebih lama, kondisi ini dinamakan depresi post partum. 

Seseorang yang mengalami baby blues merasa tidak stabil secara emosional, sering cemas dan khawatir, tidak bahagia dan kelelahan. Baby blues ditemukan pada sekitar 80% wanita setelah melahirkan. Pada kondisi yang normal, gejala baby blues akan membaik tanpa pengobatan.

Sedangkan depresi post partum dapat terjadi kapan saja selama 1 tahun setelah melahirkan. Depresi postpartum paling sering ditemukan sekitar 1-3 minggu setelah melahirkan.  Penyebabnya belum jelas. Namun, beberapa faktor seperti perubahan hormon, emosional, dan rasa lelah setelah melahirkan diperkirakan berperan dalam terjadinya depresi postpartum. Penurunan jumlah hormon estrogen dan progesteron secara drastis setelah melahirkan dapat memicu perubahan mood dan depresi.

Beberapa faktor risiko terkait depresi postpartum :
  • riwayat depresi sebelumnya
  • riwayat keluarga
  • faktor lingkungan, seperti: anggota keluarga meninggal, pindah rumah, berhenti bekerja/sekolah akibat hamil
  • kehamilan yang tidak direncanakan

Seseorang yang mengalami depresi postpartum sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk menerima pertolongan.  Gejala yang dirasakan biasanya cukup berat hingga menggangu kegiatan sehari-hari. Jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit ini dapat mengalami perburukan hingga membuat penderitanya berhalusinasi atau bahkan mencoba menyakiti bayinya.

Segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan apabila Anda atau kerabat mengalami depresi postpartum. Dokter akan merekomendasikan pengobatan atau psikiater yang tepat untuk Anda dan keluarga.

Sumber bacaan:
oleh: dr. Nur Eulis Pujiastuti Nahdiyat