ARTIKEL

Nyeri perut saat haid, Normalkah?

Kamis, 30 Juli 2020
Dismenorea didefinisikan sebagai rasa kram pada perut bagian bawah saat periode menstruasi. Dismenorea lebih umum dikeluhkan oleh wanita usia masa produktif dibandingkan keluhan lain, seperti amenorea, polimenorea, dan menoragia. Dismenorea dapat terjadi secara berulang dan disertai dengan gejala lain. Dismenorea terjadi akibat adanya peningkatan prostaglandin dan kontraksi uterus. Terdapat dua macam dismenorea, yaitu dismenorea primer dan sekunder.

Dismenorea primer merupakan dismenorea yang terjadi pada awal menarke atau selesai proses persalinan. Rasa nyeri berlokasi di perut bagian bawah (dapat menjalar), bertambah parah dalam beberapa jam awal menstruasi, dan membaik dalam waktu 12-72 jam setelah menstruasi. Hal ini dapat berlangsung 6-12 bulan, terutama sejak awal menarke. Gejala tambahan lainnya berupa mual, muntah, nyeri kepala, kelemahan. Biasanya dismenorea primer memiliki prognosis yang baik, gejala akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia, kadang tidak memerlukan pengobatan, dan tidak memerlukan pemeriksaan diagnostik.

Dismenorea sekunder terjadi akibat adanya kelainan anatomi atau patologi makroskopik panggul. Rasa nyeri dapat dirasakan semakin lama semakin memburuk, dan umumnya membaik dengan pengobatan. Gejala ini dapat berlangsung tetap pada setiap siklus menstruasi. Gejala tambahan lainnya berupa volume menstruasi yang banyak, dispareunia, demam, dan lain-lain. Dismenorea sekunder dapat disebabkan oleh endometriosis, adenomiosis, atau penyakit radang panggul kronis. Sehingga, dismenorea sekunder membutuhkan pemeriksaan diagnostik, untuk mengatasi penyebab keluhan.

Untuk mengetahui penyebab dismenorea, terutama jika dicurigai adanya dismenorea sekunder, maka dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh yang meliputi riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, pemeriksaan pencitraan atau laboratorium.

Riwayat penyakit: Usia menarke, siklus hari menstruasi,  progresi dan remisi keluhan saat menstruasi,  dan riwayat keluhan yang sama pada keluarga.

Pemeriksaan fisik dapat diakukan, tetapi umumnya tidak menunjukkan hasil yang signifikan, terutama pada wanita yang belum menikah. Sehingga pencitraan, berupa Ultrasound, atau pemeriksaan laboratorium biasanya diperlukan.

Pengobatan dilakukan tergantung dari penyebab dismenorea. Tujuan pengobatan adalah meredakan nyeri, menekan progresivitas intensitas nyeri, dan mempertahankan fungsi fertilitas. Tatalaksana awal yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala adalah melakukan terapi self-care dengan olahraga dan air hangat.

Tatalaksana farmakologi yang akan diberikan dokter Anda bergantung dari penyebab dismenorea. Untuk dismenorea primer, dokter akan menyarankan terapi menggunakan NSAID (Non Sterois Anti Inflammatory Drugs) atau Acetaminophen atau OCP (Oral Contraceptive Pills) jika diperlukan. Terapi ini dapat dilakukan hingga 2-3 siklus menstruasi, kemudian akan dilakukan evaluasi ulang terhadap gejala penderita. Pada dismenorea sekunder,  mungkin dokter akan menyarankan terapi Pembedahan.

Apabila Anda atau orang sekitar Anda merasakan keluhan seperti di atas, yang sudah berlangsung lebih dari 6 bulan berturut- turut, terasa semakin memburuk pada tiap siklus menstruasi, dan menghambat aktivitas fisik Anda, kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi kepada dokter. Rumah Sakit Trimitra akan memberikan pelayanan dan pengobatan terbaik untuk kondisi kesehatan  Anda.