ARTIKEL

NOVEL CORONAVIRUS

Selasa, 18 Februari 2020
Novel Coronavirus (2019-nCov) adalah jenis virus baru yang diduga merupakan zoonosis (ditularkan dari hewan ke manusia). Laporan hingga 13 Februari 2020 menyebutkan bahwa secara global terdapat 46997 kasus yang terkonfirmasi, 1826 diantaranya merupakan kasus baru. Negara yang paling banyak terjangkit tentu saja Cina, yang diguga merupakan lokasi awal penyebaran Coronavirus, yaitu 46550 kasus terkonfirmasi, 1820 diantaranya kasus baru, dan 1368 kematian.

Terdapat 24 negara lain yang sudah terkonfirmasi  infeksi coronavirus.
Masa inkubasi berlangsung sekitar 2-14 hari hingga muncul gejala klinis. Gejala awal yang dialami diantaranya demam, batuk, dan sesak. Kemudian dapat berlanjut ke keadaan yang lebih parah, hingga terjadi pneumonia, gawat napas, gagal ginjal, hingga kematian.

Individu dalam pemantauan infeksi 2019-nCov yaitu seseorang yang mengalami gejala demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan, tanpa pneumonia yang memiliki riwayat perjalanan ke China atau daerah yang terjangkit, dalam 14 hari terakhir dan tidak memiliki riwayat paparan dengan orang yang terinfeksi atau fasilitas kesehatan yang menangani Coronavirus, serta tidak memiliki riwayat kontak dengan hewan penular (jika hewan penular sudah teridentifikasi).
Orang dalam pengawasan atau suspek infeksi 2019-nCov yaitu:
  1. Seseorang dengan gejala demam, batuk, nyeri tenggotokan yang disertai pneumonia (klinis atau radiologi) dan riwayat perjalanan ke China atau daerah yang terjangkit dalam 14 hari terakhir.
  2. Seseorang dengan gejala demam, batuk, nyeri tenggorokan dan memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang terjangkit, fasilitas kesehatan yang menangani, atau hewan penular, ATAU diri sendiri/ orang terdekat melakukan perjalanan ke China atau daerah yang terjangkit dalam 14 hari terakhir.

Kasus Probable: jika pasien dalam pengawasan yang diperiksa untuk 2019-nCoV tetapi inkonklusif (tidak dapat disimpulkan) atau seseorang dengan dengan hasil konfirmasi positif pan-coronavirus atau beta coronavirus.

Kasus Konfirmasi adalah seseorang dengan hasil positif untuk pemeriksaan infeksi 2019-nCoV
Gejala Klinis yang mungkin dialami yang berhubungan dengan infeksi 2019-nCov diantaranya:
  1. Uncomplicated illness: Pasien dengan gejala yang tidak spesifik, seperti demam, nyeri tenggorokan, dan batuk
  2. Pneumonia Ringan:  Batuk, kesulitan bernapas, napas cepat, tanpa adanya tanda Pneumonia berat
  3. Pneumonia Berat: Demam, batuk, distress pernapasan berat, sianosis, saturasi oksigen (SpO2) < 90% atau tanda Pneumonia berat lainnya
  4. Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS): Perburukan gejala dalam satu minggu disertai hasil pencitraan dada yang mendukung, edema, dan hipoksemia (PaO2/FiO2).
  5. Sepsis : Disfungsi organ yang megancam nyawa disertai tanda infeksi.
  6. Syok sepsis

Pencegahan:
  • Menghindari kontak dengan seseorang yang sakit, terutama yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut.
  • Rajin mencuci tangan, terutama jika kontak dengan lingkungan luar atau orang yang sakit. Cucilah tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir minimal 20 detik atau menggunakan handrub berbasis alkohol. Menghindari menyentuh mulut, mata, dan wajah dengan tangan yang tidak bersih.
  • Menerapkan etika batuk (menutup mulut dan hidung ketika batuk/bersin menggunakan tangan, tissue, atau baju).
  • Menghindari perjalanan sementara ke negara yang terjangkit infeksi 2019-nCoV.
  • Menggunakan alat pelindung diri, seperti masker, ketika berkunjung ke daerah yang terinfeksi atau berada di daerah publik, seperti bandara.

Apabila Anda atau orang di sekitar Anda saat ini mengalami demam, batuk, nyeri tenggorokan, sesak, dan telah melakukan perjalanan ke China atau daerah lain yang terjangkit ATAU kontak erat dengan seseorang yang terinfeksi 2019-nCoV dianjurkan untuk datang memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan terdekat dari rumah Anda.

Rujukan bacaan: