ARTIKEL

Manfaat latihan napas bagi kesehatan

Senin, 15 Juli 2019
Latihan napas (breathing exercise) adalah latihan pernapasan yang banyak digunakan untuk relaksasi dan mengurangi stress. Metode ini dilakukan dengan menghirup napas panjang melalui hidung sekitar 5 detik dan mengeluarkan napas melalui hidung dalam jangka waktu yang sama (sekitar 5 detik). Metode ini dapat dilakukan dalam posisi tidur maupun duduk. Saat ini, latihan napas sudah banyak direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin dan dengan berbagai cara. Pada bidang kedokteran, Latihan napas merupakan komponan penting yang digunakan dalam terapi rehabilitasi medik. 

Latihan napas bertujuan untuk memperbaiki pola napas yang berubah akibat penyakit tertentu. Latihan napas diharapkan dapat meningkatkan kapasitas paru, membersihkan kotoran/cairan pada paru, memperbaiki proses pertukaran gas, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kapasitas fisik, mengurangi berat-badan akibat obesitas, dan memberikan respon relaksasi untuk mengurangi stress. Latihan napas juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri saat proses persalinan.

Latihan napas bermanfaat pada seseorang dengan gangguan saluran pernapasan seperti astma, PPOK, atelektesis, riwayat efusi pleura, dan lainnya.  Salah satu penelitian menunjukkan bahwa latihan napas bermanfaat untuk mengurangi gejala dan memperbaiki kualitas hidup penderita asma. Walaupun belum ada bukti yang kuat terkait peningkatan fungsi paru pada penderita astma, hingga saat ini latihan napas terbukti aman untuk dilakukan.

Terdapat berbagai macam jenis latihan napas yang direkomendasikan bergantung dari masalah medis yang dialami. Misalnya, pada seseorang yang mengalami gangguan pernapasan restriksi, maka teknik latihan napas yang bisa disarankan adalah deep breathing, diaphragmatic breathing, deep diaphragmatic breathing, end-inspiratory hold, sustained maximal inspiration, slow maximal inspiration, incentive spirometer, sniff, dan segmental. Sedangkan pada seseorang dengan gangguan tulang belakang, teknik abdominal breathing, air shift breathing, and glossopharyngeal breathing biasanya lebih efektif. Dan banyak lagi jenis latihan napas lainnya. Teknik ini biasanya dikombinasikan dengan penanganan medis lain untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Saat ini telah tersedia fasilitas rehabilitasi medik dan fisioterapi di RS. Trimitra Bogor. Untuk informasi selengkapnya terkait penanganan yang tepat bagi Anda, silahkan menghubungi Klinik Rehabilitasi Medik.


Sumber bacaan:
Ernst E. Breathing techniques--adjunctive treatment modalities for asthma? A systematic review. European respiratory Journal. available at: https://erj.ersjournals.com/content/15/5/969.short
Solomen S. Aaron P. Breathing technique: a review. International Journal of Physical education, sport, and Health. 2015;2(2):237-241.