ARTIKEL

Kunjungan Kebidanan selama Wabah COVID 19

Kamis, 23 April 2020
Wabah penyakit Covid 19 merupakan tantangan yang terjadi di Seluruh dunia. Penyakit Covid 19 disebabkan oleh virus coronavirus yang sangat mudah menular antar manusia. Penularan terjadi melalui droplet/air liur yang dapat terjadi pada saat seseorang batuk, bersin, atau meludah. Oleh karena itu, pemerintah mencanangkan beberapa kebijakan untuk meminimalisir penularan penyakit Covid 19.
Beberapa kebijakan tersebut, yaitu:
1.       Physical distancing, berjarak 2 meter dari orang lain
2.       Pembatasan Social Berskala Besar (PSBB)
3.       Larangan mudik
4.       Praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) , termasuk praktik batuk yang benar dan hand hygine
5.       Penggunaan masker kain saat keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain

Penetapan ketentuan-ketentuan di atas bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit ini dengan cara menjaga kesehatan, kebersihan, dan meminimalisir jarak dan intensitas interaksi antar individu. Kebijakan yang searah juga ditetapkan di bidang Kesehatan. Organisasi Kesehatan telah mengeluarkan himbauan untuk mengurangi kunjungan ke Rumah Sakit, dan dibatasi hanya bagi pasien dengan kondisi gawat darurat /mengancam jiwa, hingga puncak wabah Covid 19 selesai. Ibu hamil lebih rentan terkena penyakit karena imunitas yang lebih rendah dibandingkan kelompok individu lainnya. Oleh karena itu, perhatian yang extra diperlukan  bagi para ibu hamil di masa epidemi Covid 19.

Berikut beberapa kondisi gawat darurat kebidanan yang diperbolehkan untuk melakukan kunjungan ke Rumah Sakit:
1.       Muntah hebat hingga dehidrasi
2.       Perdarahan
3.       Kontraksi/nyeri perut hebat
4.       Pecah Ketuban
5.       Tekanan darah tinggi
6.       Nyeri kepala hebat
7.       Hilang Gerakan janin
8.       Kejang

Jika memungkinkan, Ketika ibu memiliki gejala ringan seperti batuk, demam, dll, Sebaiknya berkonsultasi secara online terlebih dahulu sebelum melakukan kunjungan ke rumah sakit.