ARTIKEL

Komplikasi Medis Pasca operasi

Kamis, 22 Agustus 2019
Operasi merupakan tindakan invasif pada tubuh yang dilakukan sebagai salah satu penanganan medis. Tindakan operasi biasanya mencakupi tindakan mengambil atau menambah sesuatu pada tubuh yang tidak secara normal terjadi untuk menyembuhkan penyakit yang dialami seseorang.

Berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat tindakan operasi:

  • Infeksi
Proses ini memaparkan bagian dalam tubuh ke dunia luar, sehingga sangat memungkinkan terjadi infeksi setelah tindakan operasi.  Infeksi dapat terjadi secara lokal, disekitar daerah operasi, ataupun menyebar ke organ tubuh lain dan lebih luas. Pada kondisi yang berat, infeksi dapat menyebabkan pasien mengalami syok sepsis, yaitu kondisi dimana infeksi sudah menyebar ke seluruh tubuh. Penanganan yang cepat dan tepat diperlukan pada kondisi ini untuk keselamatan pasien. Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan pemantauan yang baik oleh tenaga medis dan keluarga. Waspadai gejala-gejala infeksi, seperti demam, lemas, lesu, tidak napsu makan, luka bekas operasi yang tidak membaik dan disertai nanah.

  • Syok dan perdarahan
Kehilangan darah dalam jumlah yang banyak sering ditemukan pada tindakan operasi. Apabila tidak ditangani dengan transfusi darah dan pemberian cairan yang mencukupi, maka dapat menyebabkan pasien mengalami syok. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui golongan darah pasien yang akan menjalani operasi. Jika diperlukan, keluarga dengan golongan darah yang sama diharapkan menunggu pasien selama proses operasi.

  • Reaksi obat anestesi
Beberapa individu diketahui lebih sensitif terhadap obat anestesi. Gejala yang timbul dapat berupa sakit kepala, sesak, gatal dll.

  • Komplikasi organ pernapasan
Pada saat menjalani operasi, pasien dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dengan alat bantu napas. Sehingga ada kemungkinan bahwa cairan, sisa makanan, darah dapat memasuki saluran pernapasan dan menyebabkan gejala seperti batuk, sesak, nyeri dada, dan pneumonia. Untuk meminimalisir kemungkinan ini, maka pasien diharapkan untuk berpuasa sebelum menjalani operasi.

  • Pembekuan darah (Deep vein thrombosis)
Kondisi ini banyak dialami setelah operasi tungkai bawah dan pinggul. Tindakan operasi menyebabkan perlukaan pada pembuluh darah dalam dan menyebabkan pembekuan darah atau agregasi. Apabila pasien mengalami kondisi ini, maka akan muncul gejala berupa kaki yang bengkak, merah, dan nyeri. Pada beberapa individu tidak menimbulkan gejala.
Kondisi ini berbahaya apabila darah yang membeku lepas dan menyebar ke organ paru atau jantung sehingga menghambat aliran darah. Apabila hal ini terjadi, maka pasien akan mengalami gejala sesak napas, nyeri dada, dan batuk. Apabila tidak segera ditangani, maka dapat menyebabkan kematian. Kondisi ini dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan atau operasi.

Sumber bacaan
Stanford health care. General Surgery-Possible complication. Available at: https://stanfordhealthcare.org/medical-treatments/g/general-surgery/complications.html.
WebMD. Common complication after surgery. Available at: https://www.webmd.com/healthy-aging/surgery-complications-side-effects#3