ARTIKEL

Flu babi, wabah baru?

Kamis, 30 Juli 2020
Flu Babi atau yang biasa disebut H1N1 pernah menjadi pandemi pada tahun 2009. Hal ini disebabkan oleh virus yang terdapat pada babi. Virus Ini dapat bertransmisi apabila manusia kontak dengan babi yang terinfeksi.  WHO telah menyatakan bahwa pandemi H1N1 ini telah berakhir pada Agustus 2020.

Namun, saat ini sedang hangat diperbincangkan mengenai kemungkinan pandemi G4 EA H1N1, yang diduga merupakan mutasi baru dari virus H1N1.
Menurut laporan penelitian, virus G4 EA H1N1 telah menjangkit babi sejak tahun 2016 di China. Virus ini memiliki karakteristik dan kemampuan untuk tumbuh dan menyerang paru-paru manusia. Sekitar 10% dari peternak babi yang diteliti sampel darahnya, menunjukkan adanya infeksi dari viru G4 EA H1N1 sebelumnya.

Perlu dicatat, belum ada laporan adanya transimisi antar mausia terhadap virus ini. Secara umum, virus dapat menyerang siapa saja, dengan kondisi imunitas yang rendah. Orang yang memiliki risiko yang tinggi yaitu, orang yang kontak erat dengan sumber infeksi, anak di bawah 5 tahun, lansia, Ibu Hamil, memiliki penyakit kronis, atau kondisi yang menyebabkan imunitas menurun.  Gejala flu babi H1N1 awalnya dapat menyerupai flu biasa, yaitu demam, batuk, nyeri tenggorokan, sakit kepala, mual muntah, kelelahan, dan badan pegal. Cara terbaik untuk terhindari dari infeksi virus adalah menghindari sumber infeksi dan meningkatkan imunitas.

Berikut adalah tips yang dapat Anda lakukan:
  • Menghindari kontak dengan hewan ternak (babi) dan seseorang yang sakit, terutama yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut.
  • Rajin mencuci tangan, terutama jika kontak dengan lingkungan luar atau orang yang sakit.
  • Cucilah tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir minimal 20 detik atau menggunakan handrub berbasis alkohol. Menghindari menyentuh mulut, mata, dan wajah dengan tangan yang tidak bersih.
  • Menerapkan etika batuk (menutup mulut dan hidung ketika batuk/bersin menggunakan tangan, tissue, atau baju).
  • Menghindari keramaian atau kerumunan dan selalu menjaga jarak aman.
  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan konsumsi vitamin.
  • Istrirahat yang cukup, 7-8 jam dalam sehari.
  • Olahraga yang teratur, minimal 3 kali seminggu.
  • Hindari stress yang berkepanjangan, yang akan berefek terhadap imunitas  Anda.