ARTIKEL

Endometriosis

Kamis, 30 Juli 2020
Endometriosis adalah keainan yang disebabkan oleh tumbuhnya jaringan menyerupai endometrium di luar kavum uterus (rongga rahim). Jaringan endometrium tersebut dapat tumbuh di ovarium, tuba fallopi, rongga pangul, bahkan di luar rongga panggul. Kelainan ini dapat menyerang wanita usia produktif, yang berdampak pada kualitas hidup dan fertilitas.

Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian endometriosis adalah usia muda saat menarke, siklus menstruasi yang pendek (kurang dari 27 hari), tidak pernah melahirkan, IMT kurang dari normal, genetik, dan paparan estrogen yang tinggi.
Gejala endometriosis
Nyeri perut bawah atau nyeri punggung, terutama bertambah nyeri saat fase mesntruasi. Nyeri perut ini kerap semakin parah, sehingga dapat menghambat aktivitas fisik penderita.
Dispareunia (nyeri saat berhubungan seksual)
Nyeri saat buang air besar atau berkemih selama fase menstruasi
Perdarahan intermenstrual

Diagnosis
Untuk menegakkan diagnosis dari endometriosis, maka dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, meliputi riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Diagnosis awal endometriosis biasanya dilakukan berdasarkan riwayat klinis (gejala dan faktor risiko) karena sebagaian wanita menunjukkan hasil pemeriksaan fisik yang normal. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan yaitu Ultrasound (transvaginal/endorektal), tetapi untuk memastikan diagnosis perlu menjalani insepksi laparoskopi dengan konfirmasi histologi setelah biopsi.

Tatalaksana
Tatalaksana yang dapat diberikan berupa terapi pengobatan atau pembedahan Untuk mengatasi nyeri, maka dapat diberikan NSAID (Non Steroid Anti Inflammatory Drugs) atau Acetamoniphen. Terapi hormonal diberikan jika terapi anti nyeri tidak menunjukkan perbaikan atau untuk menghambat pertumbuhan jaringan endometrium, sehingga memperlambat prograsivitas penyakit.

Jaringan yang tumbuh di luar kavum uterus ini dapat menyebabkan iritasi, pembentukan jaringan parut, perlengketan, hingga masalah kesuburan. Oleh karena itu, terapi pembedahan konservatif mungkin dilakukan untuk mengeluarkan jaringan endometrium, sehingga mengembalikan fungsi reproduksi wanita. Namun, beberapa penderita mungkin memerlukan terapi histerektomi.

Nyeri haid atau punggung bawah dengan karakteristik yang terus dirasakan selama fase menstruasi, semakin memburuk pada siklus haid berikutnya, disertai gejala tambahan lain dan tidak membaik dengan terapi obat anti nyeri dapat mengarah ke penyakit endometriosis.

Oleh karena itu, apabila Anda atau orang sekitar Anda mengalami keluhan yang mengarah ke endometrosis, Anda dapat berkonsultasi ke dokter. Rumah Sakit Trimitra akan memberikan pelayanan dan penanganan terbaik sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.