ARTIKEL

Depresi

Selasa, 18 Februari 2020
Depresi  merupakan salah satu penyakit kejiwaan yang sering disepelekan dan lambat diketahui. Depresi adalah kondisi yang menyebabkan penurunan mood serta menunjukkan perilaku apatis yang akan mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Depresi berat jika tidak ditangani dengan baik dapat berujung pada kematian.

Terdapat tiga faktor risiko penting yang memiliki kaitan terjadinya depresi, di antaranya :
1) faktor biologis, seperti umur, ras, genetik, budaya,
2) Faktor Psikologis, seperti skema pikir, keyakinan, asumsi, proses informasi, pemecahan masalah,
3) Faktor Sosial, seperti trauma masa lalu, pola asuh, kemampuan sosial, penolakan, dukungan sosial, dan lain-lain.

Kriteria Diagnosis (Menurut PPDGJ III):
Gejala Utama:
  1. Penurunan afek
  2. Kehilangan minat dan kegembiraan (anhedonia)
  3. Mudah lelah dan kurang energi (anenergi)

Gejala Penyerta:
  1. Konsentrasi dan perhatian berkurang
  2. Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
  3. Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
  4. Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis
  5. Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri
  6. Tidur terganggu
  7. Nafsu makan berkurang Gangguan depresi dapat berdiri sendiri atau pun disertai dengan gangguan lainnya.

Untuk memastikan secara terperinci mengenai episode depresif yang Anda alami, bahkan kaitannya dengan gangguan lainnya, perlu sekurang-kurangnya 2 minggu untuk penegakkan diagnosis. Akan tetapi, jika disertai gejala berat dan dalam waktu singkat, diagnosis dapat ditegakkan. Ahli psikologi dan dokter akan mencari kaitan dari episode depresif dengan faktor risiko yang mungkin Anda miliki. Terapi yang diberikan pada penderita depresi dapat berupa obat anti depresi maupun terapi psikososial ( Terapi kognitif, interpersonal, perilaku, orientasi-psikoanalitik, dan keluarga).

Apabila tidak ditangani dengan tepat, maka depresi dapat menyebabkan hubungan sosial memburuk, kondisi fisik penderita menurun, kualitas hidup menurun, hingga berujung pada kematian. Apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala yng mengarah ke gangguan depresi, sebaiknya Anda segera ke Ahli Psikologi atau Psikiater terdekat untuk mendapatkan bantuan.

Rujukan Bacaan:
  • Kementrian  Kesehatan. 2015. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Ilmu Kedokteran Jiwa (Psikiatri): Jakarta: Kemenkes RI.
  • Jerry L. Halverson, dkk. 2019. Depression: Medscape. Al Qahtani A, Al Qahtani N. 2017. Prevention and Depression: A Review od Literature. Saudi Arabia: Journal of Depression and Anxiety.