ARTIKEL

Cacingan: Infeksi cacing melalui tanah

Kamis, 20 Februari 2020
Infeksi cacing melalui tanah adalah infeksi cacing yang paling umum terjadi. Infeksi cacing melalui tanah umumnya terjadi pada lingkungan dengan iklim hangat dan lembab disertai sanitasi yang buruk.
Spesies cacing yang mungkin menginfeksi adalah Ascararis lumbricoides (807-1121 juta kasus), Trichuris trichiura atau cacing cambuk (604-795 juta kasus) , Necator americanus dan Ancylostoma duodenale atau cacing tambang (576 – 740 juta). Infeksi ini ditransmisikan melalui telur cacing yang ditemukan pada feses.

Seseorang yang terinfeksi, maka cacing yang hidup pada usus akan menghasilkan telur cacing yang ditemukan pada feses. Apabila orang tersebut terutama membuang kotoran di lingkungan luar, maka tanah disekitar akan mengandung telur cacing.

Faktor risiko

  • Sanitasi yang buruk
  • Kebiasaan makan tanpa mencuci tangan
  • Konsumsi sayuran mentah tanpa dicuci dan konsumsi air minum yang tidak bersih
  • Berjalan di atas tanah tanpa alas kaki

Gejala yang dapat ditimbulkan akibat infeksi cacing melalui tanah diantaranya rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut, mual dan muntah, batuk darah, nafsu makan menurun, penurunan berat badan, sesak, dan nyeri dada. Apabila keadaan dibiarkan berlanjut, maka dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan dan perkembangan anak, anemia, hingga infeksi menyeluruh pada perut.

Diagnosis
Untuk mendiagnosis kecacingan, maka dokter akan menggali riwayat faktor risiko yang mungkin Anda miliki, termasuk pola hidup dan pola makan. Selanjutnya, dokter dapat megusulkan untuk pemeriksaan analisa tinja untuk melihat kemungkinan adanya telur atau larva cacing pada tinja. Dokter juga akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan darah untuk menilai kadar hemoglobin dan eosinophil. Apabila diperlukan, pemeriksaan pencitraan akan dianjurkan, terutama jika dicurigai adanya komplikasi pada organ lain. Tatalaksana Pada kasus kecacingan, penatalaksanaan menyeluruh penting untuk dilakukan.

Pengobatan yang dapat diberikan diantaranya albendazole, mebendazole, atau pirantel pamoat. Tatalaksana lain yang dilakukan berdasarkan kondisi pasien setelah dilakukan pemeriksaan penunjang. Perubahan pola hidup dan pola makan setelah terinfeksi perlu dilakukan agar menghindari infeksi berulang akibat cacing.

Pencegahan
  • Menerapkan pola hidup yang sehat dan bersih
  • Selalu memastikan kebersihan tangan saat akan makan atau menyentuh daerah wajah
  • Menggunakan alas kaki jika berjalan keluar rumah

Apabila Anda atau orang sekitar Anda mengalami keluhan seperti di atas disertai faktor risiko yang mungkin Anda miliki, silahkan konsultasi lebih lanjut dengan dokter di Rumah Sakit. Kami akan memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan kondisi kesehatan Anda

Rujukan Bacaan:
CDC. 2013. Parasites: Soil Transmitted Helminths (https://www.cdc.gov/parasites/sth/index.html). USA : CDC.
WHO. 2019. Soil- Transmitted Helminths Infections (https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/soil-transmitted-helminth-infections):
WHO.
Andrea, J.Lack, dkk. 2014. Helminth Infections in Neonates and Young Children (https://www.medscape.com/viewarticle/827262_2 ) : Medscape.
David R. Haburchak. 2018. Ascariasis (https://emedicine.medscape.com/article/212510-overview) :Medscape.