ARTIKEL

Bronkopneumonia

Minggu, 11 Agustus 2019
Bronkopneumonia adalah penyakit saluran pernapasan yang banyak ditemukan di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri virus, atau jamur yang menyerang bronkus dan alveolus.

Seseorang  yang terkena bronkopneumonia akan memiliki gejala batuk, demam, dan sesak. Seseorang yang menderita bronkopneumonia akan terdengar mengeluarkan suara “grok-grok” saat batuk. Jika penyakit ini disebabkan oleh bakteri, maka penderita akan memerlukan pengobatan antibiotik dan biasanya berlangsung lebih dari 1 minggu.

Selama masa perawatan di rumah sakit, dokter dapat menjadwalkan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan dahak, lab darah, rontgen dada.

Penyakit ini banyak diderita pada seseorang yang memiliki beberapa faktor resiko: merokok, memiliki riwayat penyakit paru kronis, menderita penyakit HIV/AIDS atau penyakit lain yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun, dan tinggal ditempat padat penduduk.

Bronkopneumonia banyak diderita oleh individu yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah, seperti bayi, anak-anak, dan lansia.  Penyakit ini juga perlu dicurigai pada individu yang memiliki masalah imunitas dan kanker dengan keluhan batuk yang tidak membaik.

Berikut gejala klinis bronkopneumonia:
  • Batuk berdahak
  • Sesak
  • Lemas
  • Demam
  • Napas cepat
  • Tidak bertenaga
  • Tidak napsu makan

Anak bayi dan anak-anak yang menderita bronkopneumonia biasanya akan sulit tidur, napas cepat atau denyut nadi cepat, rewel, terlihat sesak dan batuk.

Segera berkonsultasi ke dokter spesialis paru apabila anda atau keluarga Anda memiliki gejala tersebut. Silahkan membuat janji konsultasi Poli Spesialis Paru RS. Trimitra Bogor.

Jika Penderita terlihat sesak berat, anda dapat membawa penderita segera ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).