ARTIKEL

BAHAYA KONSUMSI MINUMAN MANIS LITERAN

Selasa, 30 Juni 2020
Selama Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Minuman dengan kemasan 1 liter sedang banyak diproduksi oleh gerai minuman. Para penggiat usaha berlomba-lomba mengeluarkan kemasan 1 liter dengan berbagai rasa, mula dari segala varian kopi dan teh. Peminatnya pun banyak dikarenakan selama pandemi ini sulit untuk berkumpul di kafe, sehingga kebanyakan orang memilih menghabiskan waktu di rumah. Selain itu, harga yang ditawarkan pun lebih murah dibandingkan kemasan yang biasanya.
Minuman ini biasanya paling baik dikonsumsi hanya sekitar 1 hari (di luar lemari pendingin) atai 2-3 hari (di lemari pendingin) sejak pembuatan. Nilai gizi yang terkandung pada varian kopi susu 1 liter bervariasi, tetapi menilik contoh  pada salah satu gerai minuman sebagai berikut:

Kandungan (1 L)                      Nilai
Kalori                                        470 kkal
Total Lemak                             
17 g

Lemak Jenuh                           
11 g
Kolesterol                                 75,3 mg
Natrium                                   
414, 3 mg

Total Karbohidrat                    
45 g

Gula                                       
43,3 g
Protein                                    30 g
Kafein                                     282,4 mg

Biasanya konsumen cenderung menghabiskan minuman kemasan 1 l dalam jangka waktu 1-2 hari agar kualitas produk masih baik. Lantas apa dampaknya bagi kesehatan jika mengonsumsi minuman tersebut?
Kebutuhan harian yang direkomendasikan oleh Kemenkes RI (dengan asupan 2000 kal/hari) yaitu anjuran asupan gula 50 gram/hari atau 4 sdm, asupan garam 5 gram/hari atau 1 sdt, dan konsumsi lemak 67 gram/hari atau 6 sdm.
Menilik pada tabel di atas, jika Anda mengonsumsi minuman kemasan 1 liter dalam jangka waktu 1 hari, maka anda sudah mengonsumsi hampir ΒΌ dari kebutuhan kalori harian dan hampir mencapai batas anjuran asupan gula harian.
Apa akibatnya bagi tubuh kita? Jika mengonsumi asupan gula, karbohidrat, dan lemak yang berlebih terus menerus, maka akan memicu terjadinya kenaikan berat badan yang berujung pada obesitas. Obesitas merupakan suatu kondisi yang menjadi faktor risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Salah satu contohnya adalah kondisi hiperglikemia yang dapat menyebabkan terjadinya  Diabetes. Selain itu, jika mengonsumsi minuman dengan kadar gula dan kafein dapat menyebabkan nyeri kepala, sulit tidur, dan jantung berdebar-debar. Hal ini akan mempengaruhi kualitas hidup Anda.
Jika Anda menyukai varian minuman kemasan 1 Liter, baiknya Anda mengatur konsumsi harian Anda. Sebaiknya, konsumsi buah dan sayuran lebih banyak, sehingga Anda terhindar dari dampak buruk.